Mengenai Saya

Foto saya
smasapala adalah sebuah organisasi pecinta alam yang berlingkup di SMAN 1 Blitar, dan merupakan OPA pertama di kota Blitar, yang berdiri sejak 1984.

Kamis, 27 November 2008

Tapak Liman



Tapak liman (Indonesia), Tutup bumi (Sumatera); Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda),; Tampak liman, tapak tangan, talpak tana (Madura),; Ku di dan (China).

"Tapak Liman"
Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm - 80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm - 18 cm, lebar 3 cm - 5 cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm - 9 cm, lebar 1 cm - 3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna ungu. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus tomentosa L., mempunyai bunga wama putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek therapy yang sama, tapi khasiat penurun panas dan anti radang kurang poten. Lebih sering digunakan pada rheumatic dan anti kanker.
Komposisi
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS, Rasa pahit, pedas, sejuk. Penurun panas, Antibiotik, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan, menetralkan racun. KANDUNGAN KIMIA: Daun: Epifriedelinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-1-ol, dotria-contan-1-ol, lupeol acetate, deoxyelephantopin, isodeoxyelephantopin, Bunga: Luteolin-7-glucoside.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Influenza, demam, Amandel, Radang tenggorokan, Radang mata; Dysentery, diare, gigitan ular, Batuk, Sakit kuning, Busung air; Radang ginjal, Bisul, Kurang darah, radang rahim, Keputihan.
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman, cuci, keringkan.

KEGUNAAN:
1. Influenza, demam, peradangan amandel, radang tenggorok, radang
mata.
2. Dysentery, diare, gigitan ular.
3. Epidemic encephalitis B., batuk seratus hari (Pertusis).
4. Sakit kuning, memperbaiki fungsi hati, busung air (ascites).
5. Radang ginjal yang akut dan kronik.
6. Bisul, eksema.
7. Kurang darah (anemia), radang rahim, keputihan.
8. Mempermudah proses kelahiran, pengobatan sesudah bersalin.
9. Pelembut kaki, peluruh dahak, peluruh haid, pembersih darah,
pengelat.

PEMAKAIAN: 15-30 gram rebus.

CARA PEMAKAIAN:
1. Hepatitis:
120-180 gram akar segar + daging, rebus, minum, selama 4-5 hari

2. Biri-biri :
30-60 gram seluruh tanaman, 60-120 gram tahu, air secukupnya
ditim, makan.

3. Perut kembung:
60 gram batang direbus, dibagi 2 kali minum.

Tempuyung



Galibug, lempung, rayana (Sunda).; Tempuyung (Jawa).; Niu she tou (China), laitron des champs (Perancis).; Sow thistle (Inggris).
"Tempuyung"
Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.
Komposisi
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tempuyung rasanya pahit dan dingin. KANDUNGAN KIMIA : Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN : 1. Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: a. daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988). 2. Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun atau seluruh tumbuhan.

INDIKASI :
Tempuyung dapat mengatasi:
- batu saluran kencing dan batu empedu,
- radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis),
- disentri,
- wasir,
- beser mani (spermatorea),
- darah tinggi (hipertensi),
- pendengaran berkurang (tuli),
- rematik gout, memar, dan
- bisul, luka bakar.

CARA PEMAKAIAN :
Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Radang payudara
Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas
air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu
diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

2. Bisul
Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu
ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

3. Darah tinggi, kandung kencing dan kandung empedu berbatu
Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan
sebentar. Makan sebagai lalap bersama makan nasi. Lakukan 3 kali
sehari.

4. Kencing batu
a. Daun tempuyung kering sebanyak 250 mg direbus dengan 250 cc
air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi
untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari
sampai sembuh.

b. Daun tempuyung, daun avokad (Persea americana), daun sawi
tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5
lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3
gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring. Air
yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

c. Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus)
segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah, dan 3 jari gula
enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3
gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring,
lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

5. Pendengaran berkurang (tuli)
Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak.
Giling sampai halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya
diteteskan pada telinga yang tuli. Lakukan 3-4 kali sehari.

Murbai



Besaran (Indonesia). murbai, besaran (Jawa).; Kerta, kitau (Sumatera).; Sangye (China), may mon, dau tam (Vietnam), morus leaf,; morus bark,morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark,; mulberry twigs, white mulberry, mulberry (Inggris).



"Murbai"
Murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang ditemukan tumbuh liar. Pohon, tinggi sekitar 9 m, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5 - 20 cm, lebar 1,5 - 12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tabun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan unluk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan setek dan okulasi.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati. KANDUNGAN KIMIA : Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C). Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol. Biji: urease. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : Eedysterone berkhasiat hipoglikemik.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi (hipertensi), ; Kencing manis (diabetes melitus), kaki gajah (elephantiasis), ; Radang mata merah (conjunctivitis acute), memperbanyak ASI,; Keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak,; Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), tidak datang haid, ; Gangguan saluran cerna, sesan napas (asma), cacingan,; Muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria), neurastenia,; Jantung berdebar (palpitasi), rasa haus dan mulut kering,; Sukar tidur (insomnia), telinga berdenging (tinnitus), sembelit,; Tuli, vertigo, hepatitis, kurang darah (anemia), rambut beruban,; Sakit kepala, s.tenggorokan, s.gigi, s.kulit, s.pinggang (lumbago),; Menyuburkan pertumbuhan rambut.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Daun, ranting, buah, dan kulit akar dapat digunakan sebagai obat. Untuk penyimpanan, buah dikukus baru dijemur, ranting dipotong tipis lalu dijemur, dan kulit akar dicuci bersih lalu dipotong-potong tipis kemudian dijemur sampai kering.

INDIKASI :
Daun (Sang ye) berkhasiat untuk:
- demam karena flu, malaria,
- batuk,
- sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,
- darah tinggi (hipertensi),
- kencing manis (diabetes mellitus),
- kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah),
- sakit kulit bisul,
- radang mata merah (conjunctivitis acute),
- memperbanyak air susu ibu (ASI),
- keringat malwn,
- muntah darah dan batuk darah akibat darah panas,
- kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan
- gangguan pada saluran cerna.

Kulit akar (Sang bai pi) berkhasiat untuk:
- sakit gigi,
- tidak datang haid,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- muka bengkak (ederna),
- kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan
- cacingan.

Buah (Sang shen) berkhasiat untuk:
- tekanan darah tinggi (hipertensi),
- jantung berdebar (palpitasi),
- kencing manis (diabetes mellitus), rasa haus dan mulut kering,
- sukar tidur (insomnia),
- batuk berdahak,
- pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,
- telinga berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo),
- hepatitis kronis,
- sembelit pada orang tua,
- kurang darah (anemia), neurastenia,
- sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta
- rambut beruban.sebelum waktunya.

Ranting (Sang zhi) berkhasiat untuk:
- rematik,
- tangan dan kaki terasa baal dan sakit,
- sakit pinggang (lumbago),
- keram pada tangan dan kaki,
- tekanan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.

Cara Pemakaian
Untuk diminurn, pilih salah satu bagian yang disukai. Bila kulit akar Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 - 15 g; ranting 15 - 30 g; sedang daun dosisnya 5 - 10 g sekali rebus, dapat juga menggunakan dosis maksimal 20 - 40 g. Untuk buah dosisnya 10 - 15 g, direbus, alu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, kemudian diturapkan ke tempat yang sakit seperti luka, digigit ular, dan serangga, atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Tekanan darah tinggi, kaki bengkak :
Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci bersih kemudian direbus
dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu
dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

2. Memperbanyak kcluamya air susu ibu (ASI) :
Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama
nasi.

3. Kencing nanah Kulit :
Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.

4. Bisul, radang kulit :
Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci lalu direbus dengan
2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum
sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah
sehingga dapat diminum secara teratur.

5. Luka, borok :
Daun murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak
kelapa. Layukan di atas api lalu diremas-remas dengan jari tangan
sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup
luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan
akar tren guli.

6. Digigit ular
Daun murbei segar sebanyak 20 g dicuci lalu digiling halus.
Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air
yang terkumpul lalu diminum sekaligus.

7. Berkeringat malam
Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 - 9 g, direbus
dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.

8. Rematik, tangan dan kaki baal dan sakit :
Ranting murbei kering sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas air
bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari
2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Ciplukan

CiplukanMorel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa).


"Ciplukan"

Tumbuhan Ciplukan (Physalis minina) merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 meter diatas permukaan laut, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).

Komposisi
Buah Ciplukan mengandung senyawa kimia asam sitrun dan fisalin. Selain itu buah Ciplukan juga mengandung Asam Malat, Alkaloid, Tanin, Kriptoxantin, Vitamin C dan Gula.

Penyakit Yang Dapat Diobati
Diabetes melitus, Sakit paru-paru, Ayan, Borok.

  1. Diabetes Mellitus
    Bahan: tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta
    akar-akarnya dan dibersihkan.
    Cara membuat: dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai
    mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

    2. Sakit paru-paru
    Bahan: tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan
    buahnya).
    Cara membuat: direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan
    disaring.
    Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.

    3. Ayan
    Bahan: 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak.
    Cara menggunakan: dimakan setiap hari secara rutin.

    4. Borok
    Bahan: 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih.
    Cara membuat: ditumbuk sampai halus
    Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.



Senin, 27 Oktober 2008

Harnes

Harnes adalah alat sabuk pengaman yang diikatkan dipinggang dengan dua ikatan lainnya untuk bagian paha. Harnes digunakan sebagai penghubung yang kuat antara pemanjat dengan pembelay memalui tali kernmantel. Ada 3 macam harnes:

Harnes Duduk (Seat Harness)
Harnes standar yang paling umum digunakan oleh pemanjat tebing, selain simple dan nyaman harnes ini menyalurkan hentakan pada bagian tubuh yang kuat yaitu paha kaki pada saat kita terjatuh atau menggantung pada harnes.
Bagian-bagian Harnes
Sabuk Pinggang (Waist belt)
Pengikat Paha (Leg loop)
Tali melingkar untuk belay (Belay loop)
Tali melingkar untuk menggantung peralatan (Gear loop)
Pengunci logam (Buckles)

Cara mengikat harnes (tie-in)
Cara yang benar untuk mengikat tali kernmantel ke harnes yaitu dengan memasukan tali kedalam dua loop (baca: lup). Loop pertama berada dibagian tengah antara kedua paha dan loop kedua berada tepat dibagian sabuk pinggang didepan pusar.
Meskipun ada pemanjat yang mengikatkan tali kermantel ke belay loop cara ini enggak dianggap benar dan aman.

Harnes Dada (Chest Harness)
Umumnya digunakan pada situasi rescue atau pertolongan pertama dimana harnes dada dipakai oleh orang yang mendapatkan kecelakaan. Tujuan pemakaian harnes dada yaitu agar supaya si pemakai tetap berada dalam posisi tegak. Harnes dada enggak bisa dipakai sendirian dan biasanya dikombinasi dengan penggunaan harnes duduk. Penggunaan harnes dada enggak disarankan untuk panjat-memanjat khususnya sport karena dapat mengakibatkan hentakan keras di dada pada saat si pemanjat jatuh. Hentakan keras didada bukan hanya berbahaya pada organ di tubuh tetapi juga bisa bikin sulit bernafas.

Harnes Badan (Body Harness)
Harnes yang mengikat seluruh bagian tubuh yang membuat pemakainya terhindar dari kemungkinan jungkir balik saat terjatuh. Anak kecil yang mau manjat biasanya juga pake harnes jenis ini karena tulang pinggang mereka yang belum tumbuh dan menonjol dikhawatirkan saat mengenakan harnes duduk bisa mudah terlepas dari pinggangnya. harnes badan ini bisa dibilang gabungan dari harnes duduk dan harnes dada menjadi satu.

Memilih Harnes
Untuk harnes duduk tinggal cari yang murah meriah tapi tetep lulus standar UIAA. Cari yang pas dan enak dipakai terutama kalo mau dipake untuk pemanjatan rute panjang.

Merawat harnes
Rawatlah harnes layaknya kamu merawat tali kernmantel. Usahakan tetap bersih dan hindari kontak dengan zat kimia seperti minyak. Seat harnes bisa bertahan sampe 3 tahun lebih dan kalo hanya untuk toprope bisa lebih lama karena enggak dipake jatuh tinggi terus2an.

Rabu, 24 September 2008

basarnas

BASARNAS

Dalam rangka meningkatkan kemampuan personil Basarnas, UPT Basarnas maupun Potensi SAR di daerah, telah dilakukan upaya-upaya peningkatan baik berupa Pendidikan, Pelatihan, Pembinaan, Penataran, maupun Penyuluhan/ Pemasyarakatan SAR.
PENDIDIKAN
Pendidikan dasar (standardisasi) dan lajutan oleh Basarnas serta masing-masing instansi/ organisasi;
Pendidikan SAR dalam penyelenggaraannya dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut.
Pendidikan SAR tersebut terdiri dari :
Pendidikan SAR Tingkat Dasar
Pendidikan SAR Tingkat Lanjutan
Pendidikan SAR Tingkat Spesialis
Pendidikan SAR Pendukung
Pendidikan Khusus atau spesialisasi yang dilaksanakan oleh Basarnas meliputi :
Pendidikan SMC/ OSC;
Pendidikan Kantor SAR Controller;
Pendidikan RCC Control;
Pendidikan Operator Local User Terminal (LUT);
Pendidikan Operator Radio/ Komunikasi Elektronika;
Pendidikan Rescuer;
Pendidikan Instruktur SAR.
PELATIHAN
Untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan/ keterampilan teknis SAR yang telah dimiliki, demi memperoleh prestasi yang handal.
Ada 3 jenis pelatihan SAR yang dilaksanakan Basarnas, yaitu :
Pelatihan SAR Perorangan, guna mempertahankan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki sebagai seorang Rescuer.
Pelatihan SAR Pos Komando (Gladi Posko), pelatihan ini untuk menguji peserta pelatihan sesuai dengan prosedur tetap operasi SAR melalui skenario latihan.
Pelatihan SAR Manuver (Gladi Lapangan), pada pelatihan ini peserta selain diuji prosedur tetap operasi SAR juga diuji kemampuan personil/unsur yang terlibat dalam suati latihan operasi SAR di lapangan.
Pelatihan SAR tersebut diatas biasanya dilaksanakan dalam 3 bentuk, yaitu :


Pelatihan SAR Gabungan, pelatihan ini melibatkan Basarnas dengan unsur potensi SAR lainnya dalam wilayah Indonesia.
Pelatihan SAR Bersama, pelatihan ini dilaksanakan bersama antara Basarnas dengan dengan penyelenggara SAR negara asing.
Pelatihan SAR Gabungan, merupakan pelatihan SAR yang melibatkan Basarnas dan unsur potensi SAR dengan unsur SAR negara asing.
Pelatihan SAR dengan luar negeri antara lain :
Dengan Malaysia (Malindo - Malaysia Indonesia)
Dengan Singapura (Indopura - Indonesia Singapura)
Dengan Australia (Ausindo - Australia Indonesia)
Dengan Westpac RCC (Usindo - United States Indonesia)


PEMBINAAN
Pembinaan SAR Nasional mencakup pembinaan seluruh instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat berpotensi SAR yang meliputi SDM, sarana dan prasarana serta metode. Dalam melaksanakan pembinaan tersebut digunakan asas manfaat, kualitas, responsif, prioritas, serta silih asih, asah, dan asuh. Pembinaan dilaksanakan dengan tujuan untuk mewujudkan unsur SAR yang siap dan mampu melaksanakan operasi SAR secara efektif dan efisien, dengan mengembangkan sasaran pada kemampuan :

Deteksi Dini Musibah;
Perencanaan dan Pengendalian Operasi;
Pencarian;
Pertolongan;
Medic First Aid (MFA)/ Medical First Responder (MFR);
Evakuasi

PENYELENGGARAAN DIKLAT SAR
Pendidikan SAR selain diselenggarakan oleh Basarnas juga dapat diselenggarakan oleh instansi atau organisasi berpotensi SAR setelah berkoordinasi oleh Basarnas.
Dalam penyelenggaraan tersebut kurikulum dan sylabus disusun oleh Basarnas, dan bagi pesertanya harus memenuhi persyaratan yang berlaku di Basarnas.
Persyaratan peserta Pendidikan SAR Tingkat Dasar :

diusulkan oleh instansi atau organisasi berpotensi SAR
usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
pendidikan minimal SLTA/ sederajat
sehat jasamani dan rohani
Persyaratan peserta Pendidikan SAR Tingkat Lanjutan :

diusulkan oleh instansi atau organisasi berpotensi SAR
memiliki sertifikat Pendidikan SAR Tingkat Dasar
sehat jasamani dan rohani
mampu berbahasa Inggris
Sedangkan Persyaratan untuk peserta Pendidikan SAR Tingkat Spesialis :

1. diusulkan oleh instansi atau organisasi berpotensi SAR
2. memiliki sertifikat Pendidikan SAR Tingkat Dasar
3. mampu berbahasa Inggris
4. usia maksimal 45 tahun
5. Bagi peserta yang lulus pada setiap tingkat pendidikan SAR akan mendapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) yang dikeluarkan oleh Basarnas setelah ditanda tangani oleh Kepala Badan SAR Nasional dan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan.
SYLABUS PENDIDIKAN / LATIHAN DASAR SAR
A. Navigasi
Ruang Lingkup:
- pengetahuan peta
- pengetahuan kompas
- menentukan tempat kedudukan
- menafsir jarak, menghitung jarak dan langkah
- garis ketinggian
- orientasi peta
- pengetahuan tentang arus dan pasang surut
- teknik jalan kompas
B. Survival
Ruang Lingkup:
- pengetahuan jungle survival
- pengetahuan sea survival
- penyeberangan survival

C. Mountainering
Ruang Lingkup:
- pengetahuan dasar tali-temali
- pengetahuan peralatan mountainering
- rock climbing
- pionering
- rappeling
- karakteristik pegunungan di Indonesia

D. P3K / PPGD
Ruang Lingkup:
- pengetahuan P3K untuk korban di darat
- pengetahuan P3K untuk korban di air/laut
- pengetahuan PPGD terbatas untuk kasus khusus

E. Evakuasi
Ruang Lingkup:
- pengetahuan tentang evakuasi
- teknik evakuasi di medan (dengan/tanpa alat)
- teknik evakuasi di laut/air
- teknik evakuasi dengan helikopter
- teknik evakuasi dari gedung tinggi
- teknik evakuasi dan transportasi penderita gawat darurat

F. Explorer SAR / ESAR
Ruang Lingkup:
- metode dan teknik SAR darat
- metode dan teknik SAR laut

G. Komunikasi
Ruang Lingkup:
- pengetahuan tentang radio
- prosedur komunikasi
- jaring komunikasi dan frekuensi
- signal/tanda-tanda dan isyarat

H. Pengetahuan Prosedur Operasi Helly
Ruang Lingkup:
- perkenalan karakter helikopter
- teknik penyiapan hely pad
- marshailing/Parking Master

I. Fisik dan Mental
Ruang Lingkup:
- P4
– PBB
- aerobik
- lari
- renang
- push up
- sit up

- pull up
- spuat trush
- dan lain-lain

J. P3M / Persiapan Perjalanan
Ruang Lingkup:
- penyiapan perbekalan, peralatan dan makanan
- perkenalan ilmu gizi
- teknik pengepakan
- pengetahuan kesehatan perjalanan

K. Organisasi SAR
Ruang Lingkup:
- organisasi SAR di Indonesia
- organisasi operasi SAR
- organisasi Bakornas PB

L. Penyelenggaraan Operasi SAR
Ruang Lingkup:
- perkenalan penyelenggaraan operasi SAR

M. Sejarah SAR
Ruang Lingkup:
- sejarah perkembangan SAR di Indonesia

N. Perkenalan Peralatan SAR
Ruang Lingkup:
- peralatan medis
- peralatan lain-lain

O. Dokumentasi dan Fotografi
Ruang Lingkup:
- penyiapan/pengisian/pemeliharaan dokumen dalam operasi SAR
- teknik dasar fotografi

P. Ceramah
Ruang Lingkup:
- ceramah pejabat di lingkungan Basarnas/Dephub/Instansi lain yang terkait
- ceramah tentang kepemimpinan di lapangan

Q. Latihan Praktek Lapangan
Ruang Lingkup:
- operasi SAR di darat (gunung/hutan)
- operasi SAR di laut

* Sylabus di atas berdasarkan Keputusan KABASARNAS nomor: KEP/14A/III/1995 tentang KURIKULUM DAN SYLABUS DIKLAT DASAR SAR.

* Kurikulum di atas terdiri dari 103 jam materi kelas dan 402 materi lapangan; total: 505 jam pelajaran

Perlengkapan jalan

Perlengkapan jalan (untuk medan hutan gunung)

1. Sepatu

Melindungi tapak kaki sampai mata kaki. Kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri. Keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. Bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku. Ada lubang ventilasi bersekat halus.
2. Kaos kaki
Menyerap keringat. Menghindari lecet pada kaki
3. Celana lapangan
Kuat, lembut, ringan, praktis. Tidak menggangu gerakan kaki. Terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Mudah kering, bila basah tidak menambah berat
4. Baju Lapangan
Melindungi tubuh dari kondisi sekitar. Kuat, ringan, tidak menggangu pergerakan. Terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Praktis, mudah kering
5. Topi lapangan

Melindungi kepala dari kemungkinan cidera akibat duri. Melindungi kepala dari curahan hujan, terutama kepala bagian belakang. Kuat dan tidak mudah robek
6. Sarung tangan
Sebaiknya terbuat dari kulit, tidak kaku dan tidak menghalangi pergerakan
7. Ikat pinggang
Terbuat dari bahan yang kuat, dengan kepala yang tidak terlalu besar tapi teguh. Kegunaan ikat pinggang selain menjaga agar celana tidak melorot juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau , seperti pisau pinggang, tempat air minum dll.
8. Ransel (carrier)
Ringan, kuat, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan, nyaman dipakai dan praktis.
9. Peralatan navigasi
Kompas, peta, penggaris, busur derajat, pensil dll.
10. Lampu senter

Water proof dan dilapisi karet. Bola lampu dan batery cadangan
11. Peluit

12. Pisau

Pisau saku serba guna. Pisau pinggang. Golok tebas.

13. Perlengkapan tidur :
1. Satu set pakaian tidur
2. Kaus kaki untuk tidur
3. Sleeping bag
4. Matras
5. Tenda/ ponco/ plastik untuk bivak.

14. Perlengkapan masak dan makan :
1.
Alat masak lapangan (misting)
2. Alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll)
3. Alat pembuat api (lilin, spirtus, parafin, dll)